Random Post: HOAX
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Kata Pengantar
  •  

    Love In The Chat Room

    September 14th, 2008

    Just Some stupid story with unclimax strange ending for those who like to chat:

    Mentari tampak mulai bersinar dan sinarnya tampak mulai merayap masuk ke dalam kamar. Suara Ayam jantan berkokokpun mulai terdengar. Di luar terlihat beberapa rombongan pria yang pulang menuju rumahnya setelah mengikuti pengajian pagi.

    Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya di hari sabtu dan minggu. Daniel masih asik duduk di depan komputer. Dengan koneksi Internet yang unlimited-nya, dia menghabiskan waktu semalaman penuh untuk chatting.

    Ya, saat ini dia sedang chat dengan seorang gadis dari lampung, Lisa namanya. Dengan bermodalkan cam buatan Cina yang Dia pinjam ( dan tidak pernah di kembalikan ) dari temannya ia asik cam2cam dengan Lisa. Tentu saja sebelum chat Daniel menghabiskan banyak waktu untuk mengatur posisi cam, dan posisi duduknya agar menampilkan posisi terbaiknya, sehingga wajahnya yang pas-pasan terlihat tampan dan perutnya yang (lumayan) besar tidak terlihat. Ya, saat ini Daniel memang sedang menjomblo, dan karena selalu gagal mencari pacar di “Dunia Nyata”, Dia lalu beralih ke “Dunia Maya”.

    Berbeda dengan Daniel yang menghabiskan waktu lama untuk rapi-rapi agar penampilan terbaiknya terlihat, Lisa tampil apa adanya. Lisa yang lulusan SMU sangat senang bisa kenalan (walau hanya lewat chat) dengan Daniel yang merupakan lulusan S1 Komputer (walaupun universitas Daniel kuliah kuliah adalah Universitas Katro tapi tetap saja S1) dan bekerja di sebuah perusahaan Besar (walaupun jabatan dia saat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Jurusan kuliah yang dia ambil). Lisa memiliki paras yang cantik dan tubuh yang proporsional. Lisa saat ini berprofesi sebagai kasir di sebuah toko swalayan. Entah kenapa dengan semua kelebihannya itu sampai saat ini Lisa masih menjomblo. Entah Lisa yang bernasib sial atau Daniel yang bernasib baik, akhirnya Daniel dan Lisa bisa berkenalan di Yahoo Chat Room, Indonesia:1.

    Read the rest of this entry »


    Ringkasan Novel Legend Of Condor Heroes : Chapter 8

    July 27th, 2008

    Chapter 8, akhirnya selesaiii

    capeee

    Chapter 8:
    Semua Tamu Wanyan Kang Memamerkan Ilmunya

    Wang Chuyi bergerak dengan sangat cepat. Tidak lama berjalan, mereka telah meninggalkan kota dan sampai ke sebuah kaki bukit. Karena ingin mengetahui kemampuan Guo Jing, Wang Chuyi terus bergerak cepat tanpa mengurangi kecepatan.

    Guo Jing yang telah diajarkan Ma Yu kemampuan neigong yang luar biasa, dapat terus mengikuti Wang Chuyi tanpa kesulitan apapun. Hal ini membuat Wang Chuyi bingung dan lalu bertanya kepada Guo Jing, “Kau memiliki Pondasi Kungfu yang baik, kenapa kau bisa dikalahkan Wanyan Kang?”. Guo Jing yang ditanya diam karena memang dia tidak tau jawabannya.

    Wang Chuyi kemudian menanyakan siapa Guru Guo Jing. Guo Jing menceritakan bahwa dia adalah murid 7 Pendekar Aneh Jiangnan, dan di juga pernah di ajarkan oleh Ma Yu. Wang Chuyi merasa Guo Jing benar-benar anak muda yang baik karena kakak seperguruannya bersedia mengajarinya. Lalu Wang Chuyi juga mengatakan bahwa Wanyan Kang juga adalah murid Pendeta Quan Chen, tepatnya murid Pendeta Qiu Chuji.

    Mendengar hal tersebut, Guo Jing meminta maaf kepada Wang Chuyi karena telah menyerang Wanyan Kang yang ternyata adalah murid Quan Chen. Mendengar hal ini Wang Chuyi tertawa. Wang Chuyi mengatakan bahwa Wanyan Kang telah melanggar peraturan Quan Chen oleh karena itu dia akan memberitahukan Pendeta Qiu untuk menghukum Wanyan Kang.

    Read the rest of this entry »


    Ringkasan Novel Legend Of Condor Heroes : Chapter 7

    July 19th, 2008

    Ok tanpa banyak cincong, ini dia Ringkasan cerita Legend Of Condor Heroes chapter 7 nya:

    Chapter 7:
    Pertandingan Untuk Menentukan Suami

    6 Pendekar Aneh Jiangnan dan Guo Jing lalu berjalan menuju arah tenggara. Hari ini akhirnya mereka sampai kedaerah China. Guo Jing yang baru pertamakali ke China, sangat antusias melihat budaya orang selatan. Dia memacu kudanya dengan kencang sampai ke sungai hitam, lalu berhenti disebuah kedai sambil menunggu gurunya yang ia tinggalkan dibelakang.

    Sambil menunggu dia lalu mengurus kudanya. Tiba-tiba ia melihat 4 onta berjalan, yang masing-masing onta di tunggangi oleh 4 wanit cantik berbaju putih. Guo Jing tidak henti-hentinya memperhatikan mereka karena ini pertama kalinya ia melihat kecantikan yang berbeda, yang sulit ditemui ketika ia masih berada di Padang Rumput. Salah seorang penunggang merasa risi lalu memarahi Guo Jing. Lalu mereka berkata bahwa Guo Jing telah melukai kudanya sendiri dan mereka lalu menertawainya.

    Read the rest of this entry »


    Baca Cerita Clasic di Read Print

    July 13th, 2008

    Suka cerita-cerita clasic nan jadul yang ditulis oleh pengarang-pengarang jaman dulu, yang sampe sekarang masih ada ceritanya?  Coba deh kunjungin http://www.readprint.com. Di sini cerita mulai dari William-Shakespeare sampai ke cerita kuda Trojan ada semua. Gratisan lagi. Tapi kebanyakan disini adanya cerita-cerita Eropa dan penulisannya juga gaya jadul, jadi bahasa inggrisnya rada susah di mengerti.

    Tapi ya lumayan juga bagi yang suka iseng-iseng baca. Karena banyak cerita clasis di sini yang mungkin film-filmnya udah pada lo tonton. Cobain aja deh, sapa tau tertarik.

    huhuhu


    Ringkasan Novel Legend Of Condor Heroes : Chapter 6

    July 10th, 2008

    oK, Sekarang silakhan menikmati chapter 6. Sory lama ya, abis banyak kerjaan.

    huhuhu

    Enjoy…

    Chapter 6:
    Kejadian Misterius di Puncak Bukit

    Didalam tenda, keenam guru Guo Jing membicarakan tentang orang yang mengajarkan Guo Jing neigong. Mereka bingung kenapa orang tersebut ingin merahasiakan jati dirinya dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Guo Jing pada malam hari.

    Malamnya Zhu Cong dan Quan Jinfa bersembunyi tidak jauh dari tenda Guo Jing. Lalu setelah Guo Jing muncul, mereka mengikuti Guo Jing sampai ke bukit. Guo Jing lalu dengan mudahnya menaiki bukit sementara kedua gurunya mengalami kesulitan untuk menaiki bukit tersebut.

    Karena sulit naik dan menghindari ketahuan, akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu disemak-semak, dan lalu keempat Guru Guo Jing lainnya datang dan juga ikut mengumpat di semak-semak menunggu Guo Jing turun. Karena Guo Jing lama tidak turun, akhirnya Zhu Cong memutuskan untuk kembali keperkemahan dan mengambil tali. Ia lalu naik keatas bukit tersebut menggunakan tali yang diambil sebelumnya. Setelah diatas di lalu membantu kelima saudaranya untuk ikut naik keatas.

    Guru-guru Guo Jing sangat kaget, karena baru mereka jalan beberapa langkah, mereka menemukan sekumpulan kepala tengkorak yang disusun sedemikian rupa. “Ini adalah formasi tengkorak Mec Chaofeng..!!!” kata Zhu Cong.

    Read the rest of this entry »