RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Lirik Lagu
  • SITE MAP
  •  


    Link di atas merupakan iklan yang isinya di luar tanggung jawab saya

    Orang Yang di jamin masuk surga ( Abu Bakar as-Shidiq. )

    August 18th, 2010

    Selain menyebutkan beberapa orang sebagai penghuni neraka, al-Qur’an maupun hadits juga menjamin beberapa nama sebagai punghuni surga. Jaminan ini menunjukkan betapa besar jasa mereka demi tegaknya syariat Allah di muka bumi. Di antara mereka ada yang berasal dari umat Rasulullah, ada pula dari umat sebelumnya. Satu di antara mereka adalah Abu Bakar as-Shidiq.

    Nama Abu Bakar tidak asing di tengah kalangan Quraisy. Dia adalah orang yang terpandang di antara mereka. Paling memahami silsilah bangsa Quraisy dan mudah diajak bicara. Tak mengherankan bila rumahnya senantiasa ramai dari kunjungan orang-orang Quraisy. Meski demikian, Abu Bakar bukan orang yang mudah larut dalam suasana. Dia termasuk segelintir orang yang tidak menyembah berhala. Walau berseberangan dengan keyakinan bangsa Quraisy.

    Read the rest of this entry »


    Orang yang dijamin masuk neraka ( Namrud )

    August 17th, 2010

    Dari Milis

    Di antara manusia ada yang dipastikan sebagai penghuni neraka. Mereka telah mendapat stempel dari Allah yang tidak bisa dirubah siapapun. Siapakah mereka?

    Setidaknya ada beberapa nama yang disebutkan dalamAl-Qur’an maupun hadits. Rubrik ini akan menyebutkan beberapa nama di antara mereka.

    Kita awali dengan salah satu tokoh besar mereka. Dialah Namrud. Seorang raja besar yang mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Imam Mujahid mengatakan bahwa Namrud adalah satu di antara empat raja terbesar sepanjang masa.

    Silsilah raja yang berkuasa di kerajaan Babil ini berada pada garis keturunan keempat dari Nabi Nuh. Lengkapnya adalah Namrudz bin Kan’an bin Kusy bin Sam bin Nuh. Sang raja besar ini semasa dengan Nabi Ibrahim.

    Sebagai seorang utusan Allah, Nabi Ibrahim wajib menyebarkan dakwah kepada siapa saja. Tak peduli dia adalah seorang raja atau manusia biasa. Kesempatan untuk berdakwah kepada Namrud tiba setelah Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api membara yang membakarnya. Sebagaimana dimuat dalam surat al-Baqarah ayat 258.

    Namrud yang telah menisbatkan dirinya sebagai Tuhan mengingkari keberadaan Tuhan yang disembah Nabi Ibrahim. Ia pun menuntut bukti. Nabi Ibrahim menunjukkan bukti bahwa apa yang ada di alam semesta ini merupakan bukti adanya Tuhan. Tidak mungkin alam ada dengan sendirinya. Ada kekuatan maha hebat yang telah menciptakannya. “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” jawab Nabi Ibrahim.

    Raja yang telah berkuasa selama empat ratus tahun itu mengingkarinya. “Sa Read the rest of this entry »


    Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat

    August 11th, 2010

    Dari Milis

    Ketika pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior,  seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun  hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu  membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan  anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan  segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.

    Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya  saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata  sudah didampingi sebuah masjid.  Pak Azispun tampak awet muda, sama  seperti dulu, hanya pakaiannya yang  sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang  dan lebih santai. Beungeut wudhu-an ( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.

    Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh  sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika  kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa  angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh  atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. “Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa  satupun. Terbuka semua.” cerita Pak Azis.”Padahal  nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin  besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja.”

    Read the rest of this entry »


    Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW - Kembali ke Mekkah

    October 1st, 2009

    List Nabi-Nabi

    Lanjutan dari Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW - Perseteruan dengan Kaum Quraisy Mekkah

    Perang yang terus terjadi Antara Mekkah dan Madinah akhirnya di akhiri dengan Gencatan Senjata melalui Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini berisi keputusan bersama bahwa kedua belah pihak akan melakukan gencata senjata selama 10 tahun dan Kaum Muslimin di izinkan untuk mengunjungi Ka’bah.

    Gencatan senjata hasil Perjanjian Hudaibiyah ini memberi kesempatan kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengalihkan perhatian ke tempat lain. Salah satunya adalah ke Kaum Bani Nadhir yang mengungsi ke khaibar. Setelah mereka gagal di pertempuran perang khandaq ( parit ) tampaknya kaum Yahudi Bani Nadhim ini masih belum menghilangkan rasa permusuhannya kepada kaum Muslimin.

    Untuk menghindari mereka mengajak bersekutu musuh kaum Muslimin lainnya dan kembali menyerang Madinah, Nabi Muhammad SAW memimpin umat Islam menuju Khaibar untuk melakukan penyerang. Perang pun terjadi Antara umat Muslim pimpinan Nabi Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi.

    Bani Nadhir tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin. Namun mereka cerdik. Mereka mampu menyatukan musuh-musuh Nabi Muhammad SAW dari berbagai kabilah yang sangat kuat. Hal itu terbukti pada Perang Khandaq. Bagi warga Muslim di Madinah, Bani Nadhim lebih berbahaya dibanding musuh-musuh lainnya.

    Karena itu Nabi Muhammad menyerbu ke jantung pertahanan musuh. Suatu pekerjaan yang tidak mudah dilakukan. Bahkan Pasukan Romawi yang lebih kuat pun tidak mampu menaklukkan benteng Pertahanan Khaibar yang memiliki sistem pertahanan berlapis-lapis dan sangat baik.

    Read the rest of this entry »


    Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW - Perseteruan dengan Kaum Quraisy Mekkah

    September 25th, 2009

    List Nabi-Nabi

    Lanjuta dari Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW - Hijrah Ke Madinah

    Nabi Muhammad SAW untuk menghindari kekejaman kaum Quraisy Mekah akhirnya melakukan Hijrah ke Madinah. Di Madinah ajaran Nabi Muhammad SAW diterima dengan baik oleh penduduk di sana. Nabi Muhammad SAW kemudian diangkat menjadi pemimpin penduduk kota tersebut. Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru.

    Hal Pertama yang berusaha Nabi Muhammad SAW tegakan di Madinah adalah Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di dalam Islam), yaitu antara kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah) dan Anshar (penduduk Madinah yang masuk Islam dan ikut membantu kaum Muhajirin). Nabi SAW mempersaudarakan dan menyatukan Orang-orang dari golongan Muhajirin dengan Orang-orang dari golongan Anshar.

    Sebagai Contoh, Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid, Ja’far bin Abi Thalib dengan Mu’az bin Jabal. Dengan cara ini diharapkan tiap-tiap orang akan merasa terikat dalam suatu persaudaraan dan kekeluargaan dan menghindari perpecahan dikalangan umat muslim. Dengan persaudaraan yang semacam ini pula, Rasulullah telah menciptakan suatu persaudaraan baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan keturunan.

    Jika sebelumnya Nabi Muhammad telah meningkatkan rasa Ukhuwah Islamiyah penduduk kota Madinah, terutama Antara kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar, langkah berikutnya adalah menentukan sarana yang memfasilitasi rasa persaudaraan tersebut, yaitu tempat mereka saling bertemu sehingga rasa persaudaraan itu semakin kokoh. Sarana yang paling cocok untuk hal tersebut adalah sebuah Masjid, tempat melakukan ibada kepada Allah SWT secara brejamaah dan juga dapat digunakan sebagai tempat untuk berbagai hal. Misalnya saja tempat belajar mengajar, melakukan pengadilan, tempat musyawarah dan lainnya.

    Read the rest of this entry »


    Johan Firdaus Blog