July 27th, 2008
Chapter 8, akhirnya selesaiii
capeee
Chapter 8:
Semua Tamu Wanyan Kang Memamerkan Ilmunya
Wang Chuyi bergerak dengan sangat cepat. Tidak lama berjalan, mereka telah meninggalkan kota dan sampai ke sebuah kaki bukit. Karena ingin mengetahui kemampuan Guo Jing, Wang Chuyi terus bergerak cepat tanpa mengurangi kecepatan.
Guo Jing yang telah diajarkan Ma Yu kemampuan neigong yang luar biasa, dapat terus mengikuti Wang Chuyi tanpa kesulitan apapun. Hal ini membuat Wang Chuyi bingung dan lalu bertanya kepada Guo Jing, “Kau memiliki Pondasi Kungfu yang baik, kenapa kau bisa dikalahkan Wanyan Kang?”. Guo Jing yang ditanya diam karena memang dia tidak tau jawabannya.
Wang Chuyi kemudian menanyakan siapa Guru Guo Jing. Guo Jing menceritakan bahwa dia adalah murid 7 Pendekar Aneh Jiangnan, dan di juga pernah di ajarkan oleh Ma Yu. Wang Chuyi merasa Guo Jing benar-benar anak muda yang baik karena kakak seperguruannya bersedia mengajarinya. Lalu Wang Chuyi juga mengatakan bahwa Wanyan Kang juga adalah murid Pendeta Quan Chen, tepatnya murid Pendeta Qiu Chuji.
Mendengar hal tersebut, Guo Jing meminta maaf kepada Wang Chuyi karena telah menyerang Wanyan Kang yang ternyata adalah murid Quan Chen. Mendengar hal ini Wang Chuyi tertawa. Wang Chuyi mengatakan bahwa Wanyan Kang telah melanggar peraturan Quan Chen oleh karena itu dia akan memberitahukan Pendeta Qiu untuk menghukum Wanyan Kang.
Read the rest of this entry »
No Comments » |
Jin Yong Novel, Story |
Permalink
Posted by admin
July 19th, 2008
Ok tanpa banyak cincong, ini dia Ringkasan cerita Legend Of Condor Heroes chapter 7 nya:
Chapter 7:
Pertandingan Untuk Menentukan Suami
6 Pendekar Aneh Jiangnan dan Guo Jing lalu berjalan menuju arah tenggara. Hari ini akhirnya mereka sampai kedaerah China. Guo Jing yang baru pertamakali ke China, sangat antusias melihat budaya orang selatan. Dia memacu kudanya dengan kencang sampai ke sungai hitam, lalu berhenti disebuah kedai sambil menunggu gurunya yang ia tinggalkan dibelakang.
Sambil menunggu dia lalu mengurus kudanya. Tiba-tiba ia melihat 4 onta berjalan, yang masing-masing onta di tunggangi oleh 4 wanit cantik berbaju putih. Guo Jing tidak henti-hentinya memperhatikan mereka karena ini pertama kalinya ia melihat kecantikan yang berbeda, yang sulit ditemui ketika ia masih berada di Padang Rumput. Salah seorang penunggang merasa risi lalu memarahi Guo Jing. Lalu mereka berkata bahwa Guo Jing telah melukai kudanya sendiri dan mereka lalu menertawainya.
Read the rest of this entry »
No Comments » |
Jin Yong Novel, Story |
Permalink
Posted by admin
July 13th, 2008
Suka cerita-cerita clasic nan jadul yang ditulis oleh pengarang-pengarang jaman dulu, yang sampe sekarang masih ada ceritanya? Coba deh kunjungin http://www.readprint.com. Di sini cerita mulai dari William-Shakespeare sampai ke cerita kuda Trojan ada semua. Gratisan lagi. Tapi kebanyakan disini adanya cerita-cerita Eropa dan penulisannya juga gaya jadul, jadi bahasa inggrisnya rada susah di mengerti.
Tapi ya lumayan juga bagi yang suka iseng-iseng baca. Karena banyak cerita clasis di sini yang mungkin film-filmnya udah pada lo tonton. Cobain aja deh, sapa tau tertarik.
huhuhu
1 Comment |
Internet, Story, review |
Permalink
Posted by admin
July 10th, 2008
oK, Sekarang silakhan menikmati chapter 6. Sory lama ya, abis banyak kerjaan.
huhuhu
Enjoy…
Chapter 6:
Kejadian Misterius di Puncak Bukit
Didalam tenda, keenam guru Guo Jing membicarakan tentang orang yang mengajarkan Guo Jing neigong. Mereka bingung kenapa orang tersebut ingin merahasiakan jati dirinya dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Guo Jing pada malam hari.
Malamnya Zhu Cong dan Quan Jinfa bersembunyi tidak jauh dari tenda Guo Jing. Lalu setelah Guo Jing muncul, mereka mengikuti Guo Jing sampai ke bukit. Guo Jing lalu dengan mudahnya menaiki bukit sementara kedua gurunya mengalami kesulitan untuk menaiki bukit tersebut.
Karena sulit naik dan menghindari ketahuan, akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu disemak-semak, dan lalu keempat Guru Guo Jing lainnya datang dan juga ikut mengumpat di semak-semak menunggu Guo Jing turun. Karena Guo Jing lama tidak turun, akhirnya Zhu Cong memutuskan untuk kembali keperkemahan dan mengambil tali. Ia lalu naik keatas bukit tersebut menggunakan tali yang diambil sebelumnya. Setelah diatas di lalu membantu kelima saudaranya untuk ikut naik keatas.
Guru-guru Guo Jing sangat kaget, karena baru mereka jalan beberapa langkah, mereka menemukan sekumpulan kepala tengkorak yang disusun sedemikian rupa. “Ini adalah formasi tengkorak Mec Chaofeng..!!!” kata Zhu Cong.
Read the rest of this entry »
No Comments » |
Jin Yong Novel, Story |
Permalink
Posted by admin
July 6th, 2008
Untuk Chapter 1 - 4, akses disini
Chapter 1 - 4
Ok ini dia Ringkasan chapter 5 nya.
Silakhan menikmati:
Chapter 5:
Panah yang Bengkok, Memanah Rajawali
Setelah menguburkan jasad Zhang, 7 Pendekar Jiangnan yang tinggal 6 itu bersama Guo Jing akhirnya memutuskan untuk kembali ke perkemahan. Di tengah jalan mereka mendengar suara aungan binatang. Han Baoju lalu langsung menaiki kudanya menuju tempat suara.
Terkeju Han Baouju saat melihat jasad dari Chen Xuanfeng. Yang lebih mengejutkannya lagi adalah bahwa jasad Chen Xuanfeng telah diambil kulit bagian belakang badannya. Lalu saat kelima pendekar lainnya tiba, mereka juga tidak memahami siapa yang sampai tega berbuat seperti ini. Bahkan mereka yang punya dendam kesumat dengan Chen Xuanfeng saja tidak akan tega melakukan hal ini.
Read the rest of this entry »
5 Comments |
Jin Yong Novel, Story |
Permalink
Posted by admin