RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Lirik Lagu
  • SITE MAP
  •  



    Link di atas merupakan iklan yang isinya di luar tanggung jawab saya

    [Review] Debat Capres Putaran Ke-2 (Debat ke tiga Capres dan Cawapres)

    Share on Facebook

    Barusan tadi selesai Nonton Debat Capres di Metro TV / Trans TV / SCTV / TV ONE.  Untuk debat-debat sebelumnya dapat di cek di  [Review] Debat Capres Pertama , [Review] Debat Cawapres Pertama (Debat ke dua Capres dan Cawapres) .

    Untuk Debat kali ini, temanya adalah “Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran” dan di moderatori oleh Aviliani, M.Sc. Sebelum memulai debat, ibu moderator kita meminta para Calon Presiden untuk saling bersalaman. “Sebelum dimulainya debat, dimohon ketiganya berjabat tangan terlebih dahulu agar lebih seru debatnya,” kata Aviliani, pada ketiga calon presiden.

    Setelah itu para Capres pun saling bersalaman. Di mulai dengan salaman Antara Pak SBY dengan Ibu Megawati, setelah itu Pak JK dengan Ibu Megawati dan terakhir antara Pak SBY dengan Pak JK.

    Setelah Para Capres saling bersalaman, Ibu Moderator kemudian memulai bagian pertama dari acara debat. Yaitu Bagian penyampaian Visi dan Misi. Ibu Aviliani juga menginfokan bahwa kali ini para Capres boleh berjalan-jalan dalam menyampaikan visi dan misinya dan tidak perlu diam di tempat. Maksudnya mungkin agar bisa lebih berapi-api penyampaian visi dan misinya.

    Berikut ini adalah Visi dan Misi dari masing-masing Capres tentang Kemiskinan dan Pengangguran.

    Ibu Megawati Soekarno Putri ( Source vivanews.com )

    VIVAnews - Calon presiden Megawati Soekarnoputri menekankan revitalisasi pedesaan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan rakyat Indonesia.

    “Kami akan mengaktifkan secara maksimal kehidupan di desa,” ujar Megawati dalam acara debat capres putaran kedua yang digelar oleh Metro-TV, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2009.

    Untuk melakukan revitalisasi pedesaan, menurut Mega, itu perlu bicara soal keuangan dan alokasi anggaran. Dia menekankan pelayanan publik perlu ditingkatkan. “Tidak seperti sekarang biaya rutin lebih besar.”

    Menurut Megawati, jika pedesaan tidak dilakukan revitalisasi, maka akan tetap terjadi urbanisasi. Padahal, Ini sangat mungkin karena sumber alam luar biasa besar.

    Mega juga menekankan upaya mengatasi pengangguran dengan berpegang pada asaz yang menjadi budaya Indonesia. Budaya itu adalah goyong royong dapat dilakukan dengan kerja dari rakyat dan untuk rakyat.

    Tambahan dari saya, cara Ibu Megawati menyampaikan visi dan misi tampaknya agak kagok, masih lebih bagus cara penyampaian visi dan misi debat sebelumnya. Ekonomi kerakyatan secara ditail juga tidak di ungkapkan, padahal Ekonomi Kerakyatan ini adalah senjata utama Ibu Megawati dalam menghadapi Kemiskinan.

    Pak SBY ( Source : kompas.com ) :

    KAMIS, 25 JUNI 2009 | 19:37 WIB
    JAKARTA, KOMPAS.com — Janji pertumbuhan ekonomi kembali dikumandangkan calon presiden Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kesempatan acara Debat Calon Presiden II yang berlangsung Kamis (25/6) malam ini di studio MetroTV, Jakarta.

    Di bawah tajuk “Strategi Kebijakan dan Langkah-langkah Kongkrit 5 Tahun dalam Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran”, SBY menegaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan, prioritasnya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen demi berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran. “Lebih lanjut pengangguran diharapkan bisa turun 5 hingga 6 persen, kemiskinan bisa turun 8 sampai 10 persen,” kata SBY.

    Sebelumnya, pada bagian awal pemaparan visi-misinya, SBY tak lupa mengungkapkan sejumlah keberhasilan dalam masa pemerintahannya sekarang. Ia mengatakan, meskipun dalam beberapa waktu lalu Indonesia mengalami imbas dari krisis global, namun Indonesia bisa selamat dari keterpurukan yang mendalam.

    “Amerika mencapai 10 persen angka pengangguran. Alhamdulillah kita tidak terjatuh dalam kemiskinan. Apa yang dilakukan? Sebagai Presiden saya memilih dua cara, pertama, meningkatkan ekonomi, kedua intervensi pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan,” ungkap SBY.

    Lebih jauh, SBY mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya tahun lalu dapat mencapai angka kemiskinan terendah dalam 10 tahun terakhir. “Tanpa disadari dalam gonjang-ganjing krisis global, pengangguran tak seberat negara lain. Bahkan, kontraksi pertumbuhan kita paling tinggi, di atas China sekalipun,” sambungnya.

    SBY menegaskan, kemiskinan adalah masalah yang dihadapi oleh semua negara di muka bumi. Tidak hanya negara berkembang, negara maju pun mengalami masalah itu. Dan seluruh persoalan itu hanya dapat diselesaikan secara bertahap. “Dengan keyakinan dan kerja sama seluruh daerah, 5 tahun mendatang kita bisa menurunkan lagi pengangguran, dan menurunkan pula kemiskinan,” ujar SBY.

    Tambahan dari saya, Pak SBY lebih baik penyampaian visi misi nya dari pada debat sebelumnya. Tidak seperti di debat sebelumnya, yang sering lihat catatan, sekarang Pak SBY sepertinya lebih menguasai subject yang di bicarakan. Intinya si Pak SBY lebih banyak menceritakan Program-program apa yang sudah di buat pemerintah akhir-akhir ini dalam rangka menangkal kemiskinan dan akan melanjutkan dan memperbaiki program-program tersebut.

    Pak JK ( Source : vivanews.com )

    VIVAnews - Calon Presiden Jusuf Kalla menilai kemiskinan dipicu tingginya tingkat pengangguran. Upaya pemerintah yang hanya memberikan pancing dan ikan dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan dianggap bukan solusi jitu. Paling pas, tak hanya diberi pancing, masyarakat juga harus dididik supaya mampu membuat perahunya sendiri.

    “Memang program-program seperti memberi ikan atau pancing itu bagus, tapi itu belum cukup. Disamping memberi pancing, bangsa ini harus bisa bikin perahu,” tegas Kalla dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Jika mampu membuat perahu sendiri, maka bangsa Indonesia bisa setara dengan bangsa lain. “Kita akan dihormati, tidak hanya bis amengirim TKI ke luar negeri dengan sejumlah masalah yang terjadi. Bangsa ini dengan segala kekayaannya harus bisa melihat ke depan dengan baik,” kata dia.

    Kalla juga menjelaskan, tujuan berbangsa tak pernah berubah sejak 60 tahun lalu, yakni mencapai kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bangsa yang damai. Sampai sekarang sebagian tujuan berbangsa itu sudah dicapai. Namun sebagian belum tercapai karena adanya kemiskinan dan pengangguran. Angka kemiskinan Indonesia saat ini mencapai 15 persen yang mencakup 35 juta penduduk miskin dengan tingkat pengangguran 10 juta orang.

    “Memang selalu ada hubungan  antara pengangguran dan kemiskinan. Kalau menganggur, pasti dia miskin,” tegas Kalla.

    Tambahan dari saya, Sebelum memulai Penyampaian visi dan misi, Pak JK diinfokan kembali bahwa beliau bisa bicara sambil berjalan-jalan. Untuk saat ini Pak JK menolaknya. Pak JK juga penyampaian visi dan misi nya bagus. Samalah kualitasnya dengan Pak SBY. Untuk visi dan misi, Pak SBY dan Pak JK seri.

    Bagian berikutnya dalam debat adalah tanya jawab. Tidak seperti sebelumnya, kali ini satu sesi tanya jawab memiliki banyak pertanyaan. Yang lebih seru lagi, kali ini suasana debat mulai terasa, bahkan hal tidak penting seperti Indomie pun di perdebatkan :P. Nyesel deh kalo gak nonton, heheh.

    Karena pertanyaan banyak, saya kasih klipping nya aja, karena saya tidak sempat nyatet dan karena suasananya dah mulai seperti debat, jadi banyak sindiran capres di pertanyaan sebelumnya di jawab di pertanyaan yang lain. (Kliping ini sudah termasuk bagian ke-3)

    Klippin 1 : kompas.com

    KAMIS, 25 JUNI 2009 | 20:15 WIB
    JAKARTA, KOMPAS.com — Jika beberapa waktu belakangan ini masyarakat kerap menyaksikan “perseteruan” antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada sejumlah kesempatan kampanye, malam itu keduanya terbilang akur. Setidaknya mereka akur soal isu ledakan penduduk.

    Ledakan jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu topik yang ditanyakan kepada para calon presiden dalam acara Debat Capres II yang berlangsung di studio MetroTV, Kamis (25/6) malam ini. Pertanyaan ini dilontarkan moderator Aviliani.

    SBY yang mendapat kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan itu sempat “protes ringan” dengan alokasi waktu dua menit untuk topik yang terbilang banyak. Sebab, selain ledakan penduduk, Aviliani pun menanyakan upaya stabilisasi harga, peningkatan taraf hidup petani. Seluruhnya harus dipaparkan dalam waktu dua menit.

    Soal ledakan penduduk, entah karena keterbatasan waktu tersebut, atau memang tak ada jawaban lain, SBY hanya menyebutkan bahwa program Keluarga Berencana memang harus kembali digalakkan. “Lima tahun ke depan, kita kembali hidupkan KB agar pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan,” kata SBY.

    Dalam kesempatan kedua, pada topik yang sama, lagi-lagi di detik-detik terakhir menjelang dua menit, JK pun mengutarakan pandangan yang sama. “Masing-masing daerah ada dinas KB, jangan seperti sekarang,” ujar JK.

    Kesamaan pandangan antara kedua capres ini sempat mendapat respons dari moderator, Aviliani. Lantas bagaimana dengan Megawati? Calon presiden PDI Perjuangan yang mendapat kesempatan ketiga ternyata mengalami masalah dengan alokasi waktu. Di saat ia sedang berusaha menuturkan pokok pikirannya seputar peningkatan taraf hidup petani, waktu dua menit sudah berlalu. Alhasil Mega tak sempat menyampaikan pandangannya soal ancaman ledakan penduduk. Sayang….

    Klipping 2 ( vivanews.com ) :

    Kalla Sindir Iklan Indomie SBY
    Iklan itu kata Kalla bisa memicu konsumsi Indomie yang tinggi, sehingga memicu inflasi.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:00 WIB
    Umi Kalsum, Yudho Rahardjo

    Jusuf Kalla Dialog dengan Kadin (VIVAnews/Tri Saputro)
    BERITA TERKAIT
    Yudhoyono Sasar Program Pro Rakyat
    JK: Jangan Cuma Kasih Pancing, Bikin Perahu
    SBY Targetkan Penurunan Pengangguran 5-6%
    Mega Peringatkan Ancaman Pangan dari Luar
    JK Tampak Kecewa dengan Jeda Iklan
    Web Tools

    VIVAnews - Debat calon presiden 2009 putaran kedua mulai memanas. Capres Jusuf Kalla sempat menyindir iklan kampanye capres Susilo Bambang Yudhoyono yang meminjam jingle iklan Indomie.

    Sindiran Kalla disampaikan saat moderator Aviliani menanyakan kepada para capres soal upaya mereka menekan inflasi.

    Kalla yang mendapat kesempatan kedua setelah SBY menegaskan upaya menekan inflasi dapat dilakukan dengan mengurangi impor.

    “Jingle Indomie yang dipakai Bapak itu memicu orang makan Indomie. Padahal bahan baku Indomie dari gandum impor. Ini bisa bikin inflasi tinggi,” kata Kalla Kalla dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Mendengar sindiran Kalla, SBY hanya mesam-mesem. Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Badan Pusat Statistik mengukur kemiskinan dari pengeluaran. Seseorang dikatakan miskin jika pendapatannya di bawah garis kemiskinan yang sebesar Rp 166.697.

    Klipping 3 ( vivanews.com ) :

    SBY Balas Sindiran Kalla Soal Iklan Indomie
    “Mungkin yang dimakan Pak Kalla itu Indomie yang 100 persen bahan bakunya gandum.”
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:14 WIB
    Umi Kalsum, Muhammad Hasits

    (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)
    BERITA TERKAIT
    JK Minta BRI Prioritaskan Perempuan
    Cuma Dua Menit untuk Jawab Empat Pertanyaan
    JK Tekan Bunga Bank Single Digit
    Kalla Sindir Iklan Indomie SBY
    Yudhoyono Sasar Program Pro Rakyat
    Web Tools

    VIVAnews - Suasana debat calon presiden 2009 putaran kedua tidak lagi hanya menampilkan visi dan misi calon secara normatif. Sindir menyindir mulai mewarnai debat. Sindiran Jusuf Kalla soal iklan jingle Indomie yang dipakai SBY, langsung ditanggapi SBY.

    Semula saat ditanya moderator Aviliani soal upayanya menekan laju inflasi, Kalla mengungkapkan hal itu bisa dilakukan dengan menekan impor.

    Ia lalu menyontohkan jingle iklan Indomie yang dipakai kubu SBY untuk berkampanye. Menurutnya, Indomie yang berbahan gandum murni memicu impor bahan tersebut, sehingga bisa memicu inflasi.

    Namun SBY tidak mau kalah, dalam sesi berikutnya ia membalas sindiran Kalla. “Mungkin yang dimakan Pak Kalla itu Indomie yang 100 persen bahan bakunya gandum. Yang saya makan yang sudah dicampur dengan singkong, terigu,” kata SBY dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Kliping 4 ( vivanews.com ) :

    Debat Calon Presiden 2009
    Habis Sindir-sindiran, SBY-Kalla Bersalaman
    Suasana debat sempat memanas saat Kalla menyindir soal jingle iklan Indomie.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:25 WIB
    Umi Kalsum, Muhammad Hasits

    Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

    VIVAnews - Sindir menyindir antara calon presiden Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono memancing tawa dalam debat capres 2009 putaran kedua. Meski sempat tegang, kedua capres akhirnya bersalaman sambil tertawa.

    Saat jeda iklan komersial, sambil berjalan ke kursi, SBY menyalami Kalla yang berdiri di sebelah kirinya.

    Sambil bersalaman SBY berkata, “Indomie kan tidak hanya dari gandum saja.” Saat berkata begitu, tawa SBY berderai. Sedangkan Kalla tertawa terbahak-bahak. Akan halnya Mega, tidak sedikit pun menyunggingkan senyum.

    Semula saat ditanya moderator Aviliani soal upayanya menekan laju inflasi, Kalla mengungkapkan hal itu bisa dilakukan dengan menekan impor.

    Ia lalu menyontohkan jingle iklan Indomie yang dipakai kubu SBY untuk berkampanye. Menurutnya, Indomie yang berbahan gandum murni memicu impor bahan tersebut, sehingga bisa memicu inflasi.

    Namun SBY tidak mau kalah, dalam sesi berikutnya ia membalas sindiran Kalla. “Mungkin yang dimakan Pak Kalla itu Indomie yang 100 persen bahan bakunya gandum. Yang saya makan yang sudah dicampur dengan singkong, terigu,” kata SBY dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Kliping 5 ( kompas.com )

    Boediono Disentil JK soal Listrik, SBY Membela

    Hindra Liu

    KAMIS, 25 JUNI 2009 | 20:43 WIB
    JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam debat capres kedua, Jusuf Kalla menyentil Boediono soal listrik. Hal tersebut dilontarkannya saat menjawab pertanyaan soal kebijakan investasi.

    Menurut Jusuf Kalla, pemenuhan listrik merupakan salah satu hal penting untuk mendorong industri. Karena itu, perlu kebijakan investasi pemerintah untuk segera memenuhi pasokan listrik.

    “Jangan menduduki duit. Keluarkan itu duit. Harus turun,” kata Jusuf Kalla menyentil Boediono. Ia mengatakan bahwa Boediono tidak setuju memberikan jaminan untuk pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. Saat itu, Boediono duduk sebagai Menteri Perekonomian.

    Lontaran JK kontan ditanggapi Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengatakan, saat itu awalnya pertimbangannya tidak ada garansi, tiba-tiba jadi garansi lunak, dan akhirnya garansi penuh.

    “Kita berikan garansi itu untuk pengembangan listrik 10.000 megawatt,” ujar SBY membela Boediono.

    Pembelaan SBY pun dibalas JK kembali. “Kalau dulu tidak setuju, mati lampu sekarang,” kata JK.

    Kliping 6 ( Detik.com )

    Debat Capres
    JK Klaim BLT Ciptaannya
    Reza Yunanto - detikPemilu

    Jakarta - Debat Capres II makin “panas”. Ketika menjawab soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilontarkan moderator, capres JK dan SBY saling sindir. JK mengklaim BLT adalah ciptaannya.

    “Tidak bisa subsidi dihilangkan tetapi subsidi yang tidak tepat kita hilangkan,” ujar SBY dalam Debat Capres II, di Studio MetroTV, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2009).

    JK yang mendapat kesempatan bicara selanjutnya pun tak mau kalah. Menurutnya BLT memang tidak perlu distop dan tetap dilanjutkan.

    “Subsidi tentu tetap diberikan. Yang penting tidak mengurangi objek subsidinya. Itulah pentingnya lebih cepat lebih baik,” ujar JK.

    “BLT perlu. Dengan kita beri uang Rp 200 ribu mudah-mudahan bisa beli,” tambah JK.

    JK pun mengatakan bahwa BLT itu adalah konsep yang ditelurkannya. “Saya yang karang malam itu,” selorohnya.
    (    Rez    /    lih    )

    Kliping 7 ( kompas.com )

    Para Capres Sepakat, Indonesia Belum Bisa Lepas dari Utang

    Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla.

    KAMIS, 25 JUNI 2009 | 21:10 WIB
    JAKARTA, KOMPAS.com - Semua kandidat presiden yaitu Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla, memiliki paham yang sama soal utang. Ketiganya berpendapat, setidaknya Indonesia belum akan cepat lepas dari utang. Namun, ketiganya sepakat, mereka akan memperjuangkan kemandirian Indonesia lepas dari utang jika mereka terpilih memimpin Indonesia dalam lima tahun mendatang.

    Demikian terungkap dalam acara Debat Presiden yang berlangsung di studio Metro TV, Kamis (25/6) malam. Acara yang dipandu moderator Aviliani bertema “Kemiskinan dan Pengangguran”. Ketiga capres ditanya apakah mereka akan tetap berutang untuk menutupi defisit APBN.

    JK yang mendapat kesempatan pertama menjawab mengungkapkan, pertama-tama ia akan melakukan efisiensi belanja nasional. Misalnya saja, ia sering menjumpai ada banyak kantor pemerintah yang begitu mewah dan mengonsumsi banyak listrik. “Saya mengkritik hal-hal ini,” kata dia.

    Selanjutnya, kalau ternyata efisiensi ini juga belum mampu mengurangi defisit, ia akan tetap menempuh langkah berutang, tapi akan lebih mengutamakan utang luar negeri.  “Namun harus diperhatikan, utang itu tidak boleh lebih dari 1,5 persen supaya kita punya kemampuan membayar.

    Sementara itu Megawati yang mendapat kesempatan setelah JK tidak menyatakan secara tegas bahwa pemerintahannya kelak jika ia terpilih tidak akan berutang. Ia hanya mengatakan, bahwa Indonesia harus memiliki kepercayaan diri  untuk sanggup membayar utang. Ia mengatakan akan mengupayakan kemandirian dengan meningkatkan sektor pertanian dan kelautan.

    Selanjutnya, senada dengan Jusuf Kalla, SBY menjawab langkah pertama yang akan dilakukannya untuk mengatasi defisit APBN adalah melakukan efisiensi. Kalau tetap masih defisit, SBY juga sepakat dengan Kalla, langkah selanjutnya adalah mengambil utang tapi mengutamakan utang luar negeri. “Saya tidak sepakat dengan penjualan aset. Saya tidak setuju dengan privatisasi. Selama ini utang luar negeri kita turun, utang dalam negeri tumbuh,” papar SBY.

    Kliping 8 ( vivanews.com )

    Mega: Tutup Defisit, RI Harus Berhenti Utang
    “Kita harus punya prinsip dulu, mau terus utang atau tidak. Kalau saya, tidak.”
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:47 WIB
    Umi Kalsum, Yudho Rahardjo

    Megawati Soekarnoputri (Situs resmi Megawati Institut)

    VIVAnews - Bagaimana cara calon presiden Megawati Soekarnoputri menutup defisit anggaran? Capres PDI Perjuangan dan Gerindra ini secara tegas mengaku akan menghentikan utang sebagai solusi menutup defisit.

    “Dalam suatu pemerintahan yang berjalan, ada hal-hal yang terus berkelanjutan. Tapi saya lihat caranya. Kita tingkatkan s egala hal secara kemandirian. Tapi kita harus punya prinsip dulu, mau terus utang atau tidak. Kalau saya, kita harus hentikan utang dulu,” kata Mega dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Jika tidak menghentikan utang, kata Mega, maka selamanya pemerintah akan terus membayar utang. “Kita harus percaya diri kita sanggup bayar utang,” kata Mega.

    Saat memerintah dulu, kata Mega, ia telah melakukan terobosan dengan mengatakan kepada IMF tidak akan berutang lagi kepada lembaga keuangan internasional itu. “Kita berupaya tidak utang lagi, bayar iya. Kita bisa tingkatkan pertanian dan kelautan yang bisa menghasilkan devisa luar biasa,” kata Mega.

    Kliping 9 ( vivanews.com )

    Debat Calon Presiden 2009
    SBY Kurangi Subsidi Tidak Tepat Sasaran
    Meski demikian, SBY tidak akan secara drastis mengurangi subsidi BBM bagi rakyat miskin.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:33 WIB
    Arinto Tri Wibowo, Yudho Rahardjo, Muhammad Hasits

    Deklarasi SBY - Boediono (Vivanews/ Tri Saputro)

    VIVAnews - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran.

    Meski demikian, SBY tidak akan secara drastis mengurangi subsidi BBM bagi rakyat miskin.

    “Sepanjang diperlukan, subsidi masih akan dijalankan,” kata SBY dalam debat capres bertema Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Subsidi tersebut, SBY melanjutkan, akan dilanjutkan karena terkait dengan pendapatan masyarakat yang sebagian masih kurang. “Masih banyak rakyat miskin yang memerlukan subsidi,” ujar dia.

    Namun, calon presiden dari Partai Demokrat itu tidak akan terus-menerus mengandalkan sumber energi dari bahan bakar minyak. Pemerintah akan memberikan alternatif sumber energi lain seperti gas dan lainnya.

    “Kami akan memberikan insentif dan kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan subsidi ini,” ujarnya.

    arinto.wibowo@vivanews.com

    Kliping 10  ( vivanews.com )

    Debat Calon Presiden 2009
    JK Ingin Revisi UU Tenaga Kerja
    Jadi, bukan UU Investasi yang harus diubah untuk meningkatkan iklim investasi yang baik.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:28 WIB
    Arfi Bambani Amri, Yudho Rahardjo

    Jusuf Kalla (AP Photo/Achmad Ibrahim)

    VIVAnews - Calon presiden Jusuf Kalla berpendapat Undang-undang Ketenagakerjaan harus direvisi untuk memperbaiki iklim investasi. Namun revisi itu tentu harus mempertimbangkan kepentingan pengusaha dan tenaga kerja sekaligus.

    “Yang harus diubah Undang-undang Tenaga Kerja-nya, bukan Undang-undang Investasinya,” kata JK menjawab pertanyaan moderator Aviliani soal iklim investasi Indonesia, dalam Debat Calon Presiden 2009 di studio MetroTV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Perbaikan UU Tenaga Kerja itu harus menjamin kepentingan pengusaha. Namun JK menambahkan, perlu juga dipikirkan aturan outsourcing yang dinilai memberatkan tenaga kerja.

    Kemudian, cara kedua yang dilakukan adalah memberi insentif fiskal yang lebih baik daripada negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand dan India. “Jangan pakai upah buruh murah sebagai kekuatan,” kata JK.

    Insentif itu harus diopang dengan kebijakan Bank Indonesia yang sesuai. BI jangan menyimpan uang,  tapi kucurkan. “Bunga harus turun, listrik harus baik, meski dulu tidak disetujui Pak Boediono,” kata JK. Maksudnya, JK menyinggung proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt yang diusulkan JK dan kemudian berhasil dijalankan.

    arfi.bambani@vivanews.com

    Kliping 11 ( vivanews.com )

    Debat Calon Presiden 2009
    Megawati Siap Revisi UU Investasi
    Selama ini peraturan soal investasi masih belum menguntungkan negara.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 20:27 WIB
    Hadi Suprapto, Muhammad Hasits, Yudho Rahardjo

    Megawati Soekarnoputri dan anaknya, Puan Maharani (Antara/ Andika Betha)

    VIVAnews - Calon presiden Megawati Soekarnoputri akan merevisi undang-undang investasi. Selama ini peraturan soal investasi masih belum menguntungkan negara.

    “Kemandirian ekonomi tidak tercermin secara lugas,” kata Megawati dalam acara debat capres putaran kedua yang digelar oleh Metro-TV, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2009.

    Padahal, menurut Mega, masih banyak proyek-proyek padat karya yang perlu dikembangkan, mulai dari jalan raya hingga pelabuhan. Sementara perbankan lokal sangat susah mencairkan dana pinjamannya yang besar. “Investor datang dari luar membawa modal yang besar, mereka ingin iklim investasi yang baik.”

    Mega juga mengatakan, melihat geografis Indonesia yang kepulauan, investasi di Indonesia bagian timur sangat kecil. Konsentrasi investasi masih berada di Indonesia bagian barat. Sebab itu, perlu keringanan pajak bagi investor yang akan menanamkan investasinya. “Tentunya, harus di bawah payung hukum yang jelas,” tutur Mega.

    Kliping 12 ( kompas.com )

    JK: Jangan Sampai Rambut Pirang Menguasai Indonesia

    KAMIS, 25 JUNI 2009 | 21:14 WIB
    JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden Jusuf Kalla mengatakan akan mendorong munculnya pengusaha-pengusaha lokal terutama dari kalangan muda. Hal tersebut menjawab tantangan bahwa sampai saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat kecil.

    Salah satunya melalui program pinjaman yang dinamakannya kredit mampu. JK mengatakan kredit tersebut berupa bantuan usaha untuk anak-anak muda yang mulai dari Rp 30 juta tanpa jaminan usaha

    “Sehingga tumbuh wirausaha pengusaha rambut hitam. Jangan rambut pirang menguasai Indonesia,” ujar JK dengan semangat dalam debat capres kedua di Stadion metro TV, Kamis (25/6).

    Menurut JK, tumbuhnya wirausaha akan menimbulkan semangat usaha kemandirian bangsa yang tinggi sehingga mendorong ekspor dan tidak tergantugn impor. “Lebih banyak kita menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.

    Sebelumnya, JK juga sempat menyebut-nyebut soal pengusaha rambut hitam di sesi awal.  “Saya menyesalkan kalau kita memandang pengusaha berambut hitam tidak baik. Siapa yang akan membuka pekerjaan kalau bukan mereka,” ujar JK.

    Komentar JK ini mengingatkan kembali kepada pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanyenya. Ia sempat menyinggung perlunya mewapadai kaputalisme rambut hitam yaitu pengusaha dalam negeri yang merusak perekonomian.

    Kliping 13 ( Detik.com )

    Kamis, 25/06/2009 21:13 WIB

    Mega ‘Nilai’ Kinerja JK di Kabinetnya
    Shohib Masykur - detikPemilu

    Jakarta - Capres Megawati Soekarnoputri memberikan ‘penilaian’ bagi kinerja capres Jusuf Kalla (JK) saat menjadi menteri. JK pun menanggapinya.

    Sebelumnya ketika menjawab pertanyaan moderator Aviliani dari INDEF tentang UU Ketenagakerjaan, JK mengatakan akan merevisi UU itu agar menguntungkan kedua belah pihak, pengusaha dan pekerja.

    “Kalau bicara tentang UU ini, berat bagi keduanya,” ujar JK dalam Debat Capres di Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2009).

    Menurut JK, pengusaha keberatan dengan upah minimum regional sedangkan pekerja keberatan dengan outsourcing. Karena itu, kata JK, perlu pertemuan bipartit dulu untuk proses merevisi UU ini, sebelum bertemu tripartit dengan pihak pemerintah.

    Pendapat JK itu mendapat tanggapan dari Mega. Sambil tersenyum-senyum penuh arti, Mega mengatakan kalau pendapat JK tersebut muncul karena dulu pernah menjadi anak buahnya.

    “Ya, kalau Pak JK sih karena dulu ikut kerja sama saya,” kata Mega yang disambut tawa para hadirin.

    Mendengar kata-kata Mega itu, JK pun menimpali. “Terima kasih Bu, tapi kerja saya bagus kan, Bu?” timpal JK sambil tertawa.

    “Ya nggak dong,” jawab Mega melengos sambil tersenyum. Hadirin pun kembali gerr.

    (    nwk    /    ken    )

    Kliping 14 ( vivanews.com )

    Debat Calon Presiden 2009
    “SBY Juga Bisa Cepat”
    Calon presiden Yudhoyono akan terus melakukan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 21:17 WIB
    Hadi Suprapto, Muhammad Hasits, Yudho Rahardjo

    Susilo Bambang Yudhoyono saat rapimnas Partai Demokrat (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

    VIVAnews - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan terus melakukan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

    “SBY juga bisa cepat,” kata Yudhoyono sambil melirik calon presiden Jusuf Kalla, saat penutupan debat capres putaran kedua yang digelar oleh Metro-TV, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2009.

    Yudhoyono mengatakan, secepatnya, jika Yudhoyono memenangkan pemilihan presiden mendatang akan melanjutkan program prorakyat. Termasuk di antaranya akan mendukung program koperasi.

    Program-program itu, Yudhoyono mengatakan, perlu pemerintahan yang bersih yang siap bekerja keras, dan memiliki tanggung jawab tinggi. “Lebih tepat, lebih baik, lebih amanah.”

    Kliping 15 ( vivanews.com )

    Debat Calon Presiden 2009
    Kalla: Saya Siap Lanjutkan Pak SBY
    “Saya lebih cepat lebih baik. Saya siap ‘lanjutkan’ Pak SBY,” kata Kalla.
    KAMIS, 25 JUNI 2009, 21:15 WIB
    Umi Kalsum, Muhammad Hasits, Yudho Rahardjo

    Jusuf Kalla Dialog dengan Kadin (VIVAnews/Tri Saputro)

    VIVAnews -  Calon Presiden Jusuf Kalla menegaskan siap melanjutkan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden periode 2009-2014. Pernyataan Kalla disampaikan dalam penutupan debat capres 2009.

    Indonesia, kata Kalla, merupakan negeri yang kaya dengan jumlah penduduk yang besar, 220 juta orang. Indonesia juga memiliki kemampuan untuk menjalankan pekerjaan berat.

    “Yang sangat penting siapa pun pemimpinnya harus bisa membuat kesejahteraan bagi rakyat, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran. Saya sanggup karena punya pengalaman, dan saya lebih cepat lebih baik. Saya siap ‘lanjutkan’ Pak SBY,” kata Kalla dalam debat capres putaran kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

    Tema debat capres yang dimoderatori Aviliani ini adalah Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran.

    Saat menyebutkan kata ‘lanjutkan’, Kalla sengaja memberi tekanan sehingga mengundang derai tawa hadirin yang menyaksikan debat tersebut.

    Indonesia kata dia, butuh orang yang bisa bekerja dengan visi yang baik. “Kita sudah ketinggalan, makanya kita harus lebih cepat, lebih cepat,” kata dia.

    Ya mungkin kliping di atas bisa jadi gambaran serunya Debat Capres kali ini. Saya sendiri sudah cukup puas dengan debat kali ini. Debat kali ini saya rasa merupakan debat antara Pak SBY dan Pak JK. Karena formatnya masih bukan saling menjawab, jadi sulit menentukan siapa yang menang debat antara mereka berdua. Saya harap kedepannya, acara debatnya bisa seperti debat beneran di mana jawab menjawab bisa berlangsung berkali-kali.

    Ada cacian, makian, kritik dan saran??? Tuangkan di sini, asal jangan spam aja :P

    Masukan Verifikasi image dengan memasukan kata yang ada di kotak hitam (tanpa spasi) ke kotak di bawah ini :

    kadal

    Johan Firdaus Blog