Random Post: Jokes 00008
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Lirik Lagu
  • SITE MAP
  •  





    Your Ad Here

    Day #3 - Rafting di Telaga Waja, Karang Asem Bali

    Share on Facebook

    Hari ketiga adalah hari yang paling melelahkan. Pagi-pagi kita berangkat menuju telaga waja, karang asam. Untuk menuju kesana kami menempuh perjalanan sekitar 2 Jam. Sebelum sampai kesana, supirnya menurunkan kami di Bukit Jambul, katanya si sebagai service khusus semua yang mau ke telaga waja.

    Bukit jambul adalah tempat yang sangat indah. Saya bingun mau menjelaskannya bagaimana, tetapi saya ada fotonya (walaupun dengan HP) nanti akan saya upload, mudah-mudahan saja gak buram gambarnya.

    Pemandangan Dari Bukit Jambul

    Pemandangan Dari Bukit Jambul

    Nah di bukit ini juga dijual sendal untuk rafting (Arung Jeram), saya sarankan sih beli saja di sini jika Anda menggunakan sepatu atau sendal jepit, paling tidak jika Anda tidak mau bernasib seperti saya yang rusak sendalnya. Harga sendal di sini bisa di tawar sampai dengan Harga Rp 20.000 jadi jika penjualnya menawarkan di atas harga tersebut, tawar saja sampai ke Angka 20.000, lebih bagus jika bisa di bawah harga tersebut. Setelah istirahat, foto-foto sejenak dan beli sendal, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi rafting, yaitu di telaga waja.

    Sesampainya di sana, kami ditemukan dengan pihak SOBEK, nama perusahaan yang akan membimbing kami dalam melakukan rafting (Arung Jeram). Pihak SOBEK menerangkan kami secara umum tentang proses rafting, penggunaan peralatan rafting dan bagaimana berenang ataupun cara menyelamatkan diri jika anda jatuh dari perahu. Bagi yang tidak bisa berenang juga tidak perlu kuatir, karena baju pelampung dari pihak SOBEK akan membuat anda terus mengambang, lagi pula air di telaga waja cukup cetek, hanya sekitar 1 meter kedalamannya, jadi jika di arus sungai yang tidak terlalu besar, anda yang jatuh bisa segera berdiri.

    Sobek, Pembimbing Rafting

    Sobek, Pembimbing Rafting

    Setelah selesai briefing, kami di bagi menjadi kelompok-kelompok yang 1 kelompoknya terdiri dari maximal 4 orang. Setelah itu, satu kelompoknya di temukan dengan 1 orang instruktur. Instruktur tersebut kemudian membantu kami mengenakan peralatan rafting (Arung Jeram), memastikan peralatan tersebut sudah aman dan nyaman di badan kami. Setelah peralatan terpasang semua, kami di bawa ke pinggir sungai.

    Di pinggir sungai, kami diterangkan kembali tentang tata cara rafting (Arung Jeram) dan tidak hanya itu, kali ini instruksinya lebih mendetail dan kami di minta untuk latihan dulu di darat. Instruktur tersebut menginfokan arti dari instruksi-instruksi yang akan dia berikan dan apa yang harus kita lakukan saat kita mendengar instruksi tersebut. Misalnya saja instruksi merunduk, maka kami harus menundung, lalu instruksi untuk maju, mundur, pegangan ataupun persiapan saat akan terjadi benturan.

    Persiapan Rafting

    Persiapan Rafting

    Setelah disimulasikan instruksi-instruksi rafting (Arung Jeram) di darat dan setelah instrukturnya merasa bahwa kami telah paham instruksi-instruksi tersebut, maka ia mengajak kami ke sungai. Yah, pengalaman rafting ini lumayan seru, kami mendayung sekitar 2 Jam menikmati alam, menikmati derasnya arus dan bersihnya udara.

    Rafting Start Position

    Rafting Start Position

    Rafting Sudah Dekat Finish

    Rafting Sudah Dekat Finish

    Ya, walaupun di bagian akhir terasa lumaya pegal, apalagi saat kita sampai di ujung. Untuk naik ke atasnya kita harus menaiki tangga yang naik ke tangga selama sekitar 10 menit itu jauh lebih melelahkan dari pada proses rafting (Arung Jeram) itu sendiri yang selama 2 jam. Alhamdulillah selama proses rafting tidak terjadi kecelakaan apa-apa. Walaupun saya sempat melihat orang Jepang yang jatuh dari perahu karetnya, tetapi dia tidak apa-apa, dan saat arusnya pelan ternyata benar, sungai ini cetek karena orang tersebut bisa berdiri dan tinggi airnya hanya sepinggang dia. Setelah itu kami makan siang dan kemudian kembali ke hotel. DiĀ  tengah perjalan,an sandal saya rusak karena kebanyakan kena air, tahu seperti ini tadi saya beli sandal untuk rafting dulu.

    Malam harinya, badan kami pegal-pegal. Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk pijat. Pijat yang kami pilih adalah pijat siatu di suatu tempat pijat bernama Griya Bugar. Tempat pijat ini adalah tempat pijat benar (dalam arti no plus plus) dan yang mijat pada ahli-ahli di bidangnya.

    Di pintu masuk kita di sajikan foto pemijat, disini kita bisa memilih siapa yang akan memijat kita. Setelah itu kita masuk kamar (pintu dengan korden) dan proses pijat di mulai. Disini para tukang pijat tersebut akan menginjak-injak kita (siatsu adalah pijat dengan cara menginjak2x) jadi jika badan Anda kurus, jangan coba-coba siatsu, bisa-bisa tulang Anda patah. Waktu itu, yang mijat saya namanya eva, cukup enak pijatnya, badannya juga gak terlalu berat jadi tidak terlalu sakit pijatannya. Selesai pijat kita lalu membayar kepada orang tempat kita mendaftar tadi, biayanya adalah Rp 50.000 / Jam sedang untuk tips kepada pemijatnya terserah Anda.

    Setelah pijat, badan saya segar kembali dan rasa cape dan lelah setelah rafting tadi jauh berkurang. Kamipun kembali ke hotel dan berisistirahat. Besok kami akan city tour, jadi masih butuh istirahat.

    Artikel Yang Berhubungan dengan Artikel ini:

    Ada cacian, makian, kritik dan saran??? Tuangkan di sini, asal jangan spam aja :P

    Masukan Verifikasi image dengan memasukan kata yang ada di kotak hitam (tanpa spasi) ke kotak di bawah ini :

    kodok