Kisah Kalajengking
Kalajengking tak menyerah begitu saja, dia terus merayu si katak dan berkata dengan meyakinkan:”Tentu saja aku tidak setolol itu kawan, bukankah kita berdua akan mati tenggelam kalau aku menyengatmu ditengah jalan?” Sang katak pun akhirnya percaya dengan rayuan si kalajengking dan setuju membantunya dengan cara menggendong kalajengking dipunggungnya berenang menyeberangi sungai itu.
Perjalanan pun dimulai dan ketika mereka berdua berada ditengah-tengah sungai, tiba-tiba kalajengking menyengat si katak dengan sangat kuat. Dengan nafas tersengal-sengal diujung kematiannya, dengan lirih si katak masih sempat berkata “Mengapa kamu mengingkari janjimu?, sekarang kita berdua akan mati.” Kalajengking menjawab “Aku sungguh tidak tahan untuk tidak menyengatmu, itu sudah kebiasaanku.”
Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, they become your destiny
intinya adalah, hati-hati dengan kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Mungkin kita menganggap hal itu sepele, tetapi di saat-saat tertentu, hal tersebut malah bisa balik mengangkat kita atau menenggelamkan kita. Kalajengking tadi memiliki kebiasaan menyengat, maka karena kebiasaanya dia tidak tahan untuk menyengat si katak dan tanpa sadar membuat mereka berdua mati.
Coba bayangkan jika Anda suka menilep uang, mulai dari yang kecil-kecil, sampai nantinya pada saat Anda dipercayakan dengan Uang banyak, Anda pasti tidak akan sanggup untuk tidak menilepnya.
Ok gitu aja
huhuhuu

